Artikel ini sebagian bersifat satire.

Agile

Terminologi Agile adalah sebuah hype di perusahaan zaman sekarang.

Hampir semua orang mencoba mengadopsi budaya, terminologi, dan apapun terkait dengan Agile di perusahaan dan organisasi mereka.

Apapun yang yang menjadi trending terkait Agile diadopsi. Mulai dari mengadakan training Agile, Scrum, sertifikasi, dll.

Perubahan struktur organisasi pun dilakukan.

  • Project Manager menjadi Scrum Master.
  • Business Analyst menjadi Product Owner.
  • Team Leader menjadi Tribe Lead.
  • Manager menjadi Chapter Lead.

Semua dicoba dan diadopsi.

Tetapi, apakah mereka butuh semua itu ?. Apakah Agile memang cocok dengan perusahaan itu ?

Adopsi saja lah, yang penting Agile

Demikian pandangan umum dari manajemen perusahaan dalam memandang penerapan Agile di perusahaan mereka.

  • Bagilah project 6 bulan kita menjadi 12 kali sprint, yaitu satu Sprint setiap 2 minggu , maka sebulan akan ada 2 sprint, dan 6 bulan akan lengkap 12 sprint. Maka kita akan jadi perusahaan yang sudah mengadopsi prinsip Agile.

  • Pada waktu sprint review, tampilkan hasil pekerjaan tim selama 2 minggu yang bagus-bagus saja. Sprint Review adalah event kita menunjukkan prestasi tim dan menyenangkan para stakeholder. Simpan saja yang tidak selesai dan tidak tercapai di sprint ini. Kita akan kejar di sprint berikutnya. Ini adalah komitmen di Agile.

  • Ubah 4 jam waktu kerja menjadi 1 story point, lalu terjemahkan waktu untuk mengerjakan sebuah task dari awalnya jam kerja menjadi story point. Jika ternyata pekerjaan ini butuh 8 jam kerja, maka jadikanlah menjadi 2 story point. Ini adalah Agile.

  • Tiap hari lakukan Daily Scrum meeting, laporkan progress pekerjaan masing-masing anggota tim. Ini berguna untuk mengontrol pekerjaan mereka dan mengecek progress pekerjaan tim. Ini adalah Agile

  • Jadikanlah velocity sebagai acuan dasar untuk laporan performa tim kepada manajemen dan lakukan reward ketika mereka mencapai velocity yang bagus, dan cari siapa yang tidak perform ketika velocity nya tidak tercapai. Ini adalah transparansi di Agile

  • Pakai tools yang membantu proses Agile sebagai alat utama dalam berkomunikasi, seperti JIRA, Trello, Monday.com, dan tools canggih lainnya selain untuk memonitoring progress pekerjaan tim Agile. Tidak perlu habiskan waktu untuk diskusi task, karena akan menghabiskan waktu saja. Asalkan task nya sudah dijelaskan di JIRA atau task manajemen. Tinggal assign ke orang yang sudah ditentukan dari awal. Nanti mereka akan melakukannya sesuai yang dijelaskan di tiket management tersebut.

  • Sebisa mungkin pertahankanlah story point yang Anda yakini tepat. Hal ini karena story point menentukan komitmen dan waktu pengerjaan tugas-tugas di sprint ini. Biarlah berlama-lama dalam menentukan story point sebuah tugas, asalkan estimasi terhadap story pointnya tepat..

Sudah cukup puas ?

Tentu saja bagi yang terbiasa dengan Waterfall Project Management akan setuju dengan poin-point diatas. Karena bagi mereka poin-poin diatas adalah Agile banget.