Pendahuluan

Phubbing adalah istilah untuk Mabuk Gawai

Istilahnya terlalu formal yaa..

Ok, saya ganti dengan istilah yang membumi :

  • Lalai Gawai
  • Cuek Gawai
  • Candu Gawai
  • Gemawai –> apa lagi ini ?

Bisa dilihat detailnya di twitter atau wikipedia.

Ternyata istilahnya tetap tidak membumi ..

Yaaa.. gimana lagi.

Bahasa baku tidak menjamin penyampaian yang sama bagi semua orang.


Phubbing ?

Phubbing secara sederhana artinya :

Sikap cuek atau abai terhadap lingkungan karena terlalu asik dengan Gawai / Handphone / Alat Komunikasi.

Hal ini sering kita temui misalnya di pertemuan, makan siang bersama, diskusi, dll.

Banyak orang yang tidak terkoneksi dengan acara yang diadakan atau dihadiri olehnya.

Makan bersama dalam satu meja, akan tetapi masing-masing sibuk dengan Gawai/Handphone nya masing-masing.

Phubbing ini menjadi salah satu sikap anti sosial secara fisik.

Perilaku Phubbing ini artinya kita merasa bahwa seseorang, pertemuan, atau event yang sedang kita hadapi tidaklah penting.

Dan melihat, mengecek Handhpone/Ponsel kita lebih penting daripada itu.

Tentu saja ada sebagian orang yang menganggap hal ini adalah hal yang biasa saja, dan ada yang menganggap ini sesuatu yang tidak sopan.


Asal muasal

Istilah Phubbing ini sebenarnya kombinasi dari 2 kata :

  • Phone , artinya yaa gawai atau peralatan handphone.
  • Snubbing, yang artinya menghina, atau tidak peduli.

Jadi :

Phubbing –> Phone Snubbing

Jadi :

Phubbing –> Sikap tidak peduli dikarenakan oleh Hanphone

Istilah ini diperkenalkan oleh sebuah Biro Iklan di Australia pada Mei 2012.

Biro Iklan ini mengusulkan istilah ini untuk menggambarkan fenomena pada saat itu.

Dimana banyak orang yang yang mengabaikan keluarga, teman, kolega yang bersamanya karena sudah asik bermain dengan hanphone nya.

Perilaku Phubbing pada waktu itu dianggap menyinggung dan tidak sopan.

Sementara di era sekarang, memang perilaku ini sudah hampir dimaklumi saja, walaupun kalau terlalu berlebihan akan cukup menggangu komunkasi dan penerimaan dari orang lain.


Penyebab Phubbing ?

Phubbing ini bisa diakibatkan oleh :

  • Terlalu kecanduan media sosial.

  • Takut ketinggalan trend (Fear Of Missing Out). Yang kita bahas di FOMO

  • Kurangnya pengendalian diri terhadap apa yang menjadi prioritas dan apa yang tidak.

  • Bosan dan tidak tertarik dengan apa yang dihadapinya pada saat itu.


Pada kenyataannya kita memang tidak bisa lepas dari Phubbing ini.

Realitanya memang banyak hal yang penting pun sekarang sudah menjadi bagian dari Handphone/Ponsel kita.

Transaksi Elektronik, Finansial, Pekerjaan, Spiritual, dan komunikasi keluarga juga semuanya dilakukan di handphone kita.

Sehingga tidak lah mudah untuk terlepas dari handphone ini.

Tapi yang perlu digaris bawahi adalah :

Kita sebisa mungkin mempunyai mindset untuk tidak berniat untuk mengabaikan seseorang dengan cara Phubbing.


Mengatasi Phubbing ?


Mengatasi Phubbing ini sebenarnya bukan semata-mata dari sisi orang yang melakukan Phubbing saja.

Akan tetapi juga dari lingkungan yang dihadapi oleh orang-orang tersebut.

Misalnya :

  • Kalau membuat sebuah event, rapat, acara, atau yang melibatkan banyak orang, libatkan orang-orang didalamnya secara lebih aktif.
  • Kalau bertemu dalam sebuah acara, buat lah acara yang hangat dan menumbuhkan koneksi antara orang-orang yang ada.
  • Berbagi kebahagian, percakapan, dan perasaan dari berita yang kita lihat di media sosial dengan orang sekitar kita juga bisa menyenangkan.

Tentunya juga tidak hanya itu.

Orang yang terbiasa melakukan Phubbing juga bisa memperbaiki caranya, misalnya :

  • Mengurangi kecanduan terhadap media sosial.
  • Mengendalikan diri terhadap apa yang menjadi prioritas dan apa yang tidak
  • Fokus terhadap apa yang dihadapi dan berusaha untuk menikmatinya.