Sesuai dengan namanya, pada tahapan Forming ini, tim baru saja terbentuk.

Mari kita lihat dari berbagai sisi :



1. Komposisi Tim


Tim yang baru terbentuk terdiri dari kumpulan individu-individu baru, bisa saja terdiri dari individu yang semuanya berpengalaman, ataupun semua adalah benar-benar fresh tanpa ada pengalaman, atau biasanya kebanyakan adalah kombinasi dari kumpulan individu-individu yang berpengalaman dan tidak, senior dan junior.



2. Psikologi Tim


Di tim yang baru, akan ada yang akan sangat bersemangat, ada yang cemas, dan bisa jadi ada juga yang masih bingung, baik secara posisi dalam tim, ataupun pekerjaan yang mesti dilakukan.

Sebagai tim baru, tentunya akan banyak adaptasi yang diperlukan. Masing-masing individu belum mengetahui secara pasti mengenai tujuan pasti dari tim, apakah mereka akan cocok didalam tim ini atau tidak, apakah cara mereka akan diterima oleh orang lain, atau apakah ada cara orang lain yang bertentangan dengan prinsip seseorang. Semua anggota tim berada dalam tahap pengenalan.

Oleh karenanya di tahapan ini, tim membutuhkan leader / coaching / mentor untuk mengarahkan tim dan anggota tim yang masih bingung dan kurang tahu tentang mau dibawa kemana tim ini.

Leader pada tahapan ini biasanya diambil dari individu yang paling Senior, paling berpengalaman, paling bijak, paling mempunyai pengetahuan, atau mempunyai posisi yang lebih tinggi dalam struktur hirarki jabatan.



3. Tugas Tim


Fokus tim pada tahapan ini akan berorientasi pada tugas awal yang mesti dikerjakan. Tugas-tugas pertama yang mungkin tidak terlalu banyak atau tidak terlalu terbagi merata ke semua anggota tim.

Akan banyak terjadi meeting bersama anggota tim untuk menyelaraskan tujuan, tugas, bagaimana pendekatan dalam penyelesaiannya, dan permasalahan teknis yang mungkin dihadapi.

Didalam tahapan ini, meeting , diskusi, dan interaksi secara tersirat akan lebih banyak memperkenalkan kebiasaan dan sifat dari masing-masing individu. Semua anggota tim masih merupakan individu-individu yang terasing satu sama lain, berupaya untuk mengenali karakter masing-masing sebelum melanjutkan ke tahapan selanjutnya.

Di dalam tahapan ini, prioritas antara menyelesaikan tugas atau mengikuti proses masih menjadi permasalahan mendasar.

Belum adanya kejelasan mengenai proses yang harus dilakukan untuk menyelesaikan sebuah tugas, membuat anggota tim bisa saja mengesampingkan proses agar terselesaikannya tugas yang diberikan kepadanya.



4. Perilaku Tim


Belum adanya norma-norma yang disepakati oleh semua pihak, membuat beberapa orang bersifat menunggu, menghindari konflik, dan menghindari berbicara mengenai hal-hal yang sensitif. Hampir semua anggota tim akan bersikap manis, sopan, dan juga berusaha menampilkan citra terbaik mereka di dalam tim.

Beberapa orang yang bersemangat akan sering bertanya mengenai hal-hal berkaitan dengan tugas, hal hal sederhana, ataupun kebiasaan dan persetujuan dari leader atau anggota tim yang lain sebelum memutuskan sebuah tindakan atau kesimpulan.

Beberapa orang juga mungkin mulai mencoba menjadi dominan, karena posisi, pengalaman, dan juga sifat natural mereka.