Pendahuluan

Apa itu Growth Mindset bisa dilihat di sini

Apa yang mau didobrak oleh Growth Mindset bisa dilihat di sini


Lalu kaitannya dengan Perusahaan / Organisasi ?

Baiklah ..

Konsep Growth Mindset ini sendiri berawal dari usaha mengurangi kesenjangan pencapaian hasil belajar siswa sekolah.

Apakah bisa dikaitkan juga dengan kehidupan di Perusahaan / Organisasi ?

Hmm, bisa juga sih..

Karena anak-anak yang menjadi objek penelitian dari Carol Dweck, si pencetus Growth Mindset ini, tentunya kalau sudah besar akan menjadi bagian dari Perusahaan/Organisasi.

Logika sederhana saja..

Kalau mereka dari kecil sudah terbiasa untuk :

  • Berusaha lebih giat dan bekerja keras untuk memperpendek kesenjangan pencapaian.
  • Memiliki kreatifitas dan keinginan untuk mencoba dengan cara/strategi yang baru.
  • Berpikiran terbuka dan menerima input/bantuan dari orang lain.

Maka tidak akan susah lagi bagi mereka ketika berada di dalam Perusahaan / Organisasi dalam beradaptasi ketika terjadi masalah dan pekerjaan yang menantang.

Dan tentunya Perusahaan / Organisasi selalu mempunyai tantangan dan hambatan yang harus diselesaikan dengan cara yang efektif.

Dengan orang-orang mempunyai Growth Mindset sepertinya akan mudah sekali beradaptasi dalam menyelesaikannya.


Sesederhana itu kah ?

Tentu saja tidak !.

Bisa saja sebuah Organisasi / Perusahaan diisi oleh orang-orang berpikiran Growth Mindset, akan tetapi tetap saja tidak terjadi karena pemimpin, sistem, dan lingkungannya tetap diisi oleh atribut-atribut yang tidak mendukung.

Tapi bukankah Growth Mindset dan Fixed Mindset itu berada di pikiran orang pada saat bersamaan tetapi untuk kasus yang berbeda-beda, tergantung dari persepsi dinamis seseorang terhadap sebuah masalah ?

Hmmm, betul juga sih..

Kita tidak bisa memaksa dunia yang ideal ketika berbicara mengenai persepsi, pemikiran, apalagi perasaaan… #Eaaaa..Eaaaa..

Termasuk didalamnya ketika tidak semua orang punya pemikiran yang sama, termasuk dengan Growth Mindset ini.

Yang bisa kita lakukan adalah mengenalkan nilai-nilai yang bisa menumbuhkan aura Growth Mindset di sekitar kita.


Tetapi kenapa sikap ini perlu di Perusahaan / Organisasi ? apa yang mau dicapai ?

Sikap dan persepsi Growth Mindset ini sangat diperlukan apalagi di era sekarang ini, dimana segala sesuatunya berubah cepat.

Coba kita lihat apa yang berubah cepat ?

  • Perubahan dunia bisnis.
  • Disrupsi Digital.
  • Perubahan pola sosial masyarakat.
  • Perubahan aturan dan kebijakan.

Satu sama lain di daftar yang diatas, mungkin saling mempengaruhi.

Akan tetapi yang pasti satu sama lain bergantian datang satu persatu.

Tiap bagian tersebut pasti akan menimbulkan masalah baru dan adaptasi yang baru.

Menghadapinya dengan sikap yang kaku dan pemikiran yang katanya Fixed Mindset tidak akan tepat.

Oleh karena itu, memang memiliki Growth Mindset diperlukan dalam kondisi sekarang ini.

Kita ulang lagi, komponennya :

  • Berusaha lebih giat dan bekerja keras untuk memperpendek kesenjangan pencapaian.
  • Memiliki kreatifitas dan keinginan untuk mencoba dengan cara/strategi yang baru.
  • Berpikiran terbuka dan menerima input/bantuan dari orang lain.

Di Perusahaan/Organisasi misalnya apa ?



1. Take Ownership / Ambil kesempatan untuk posisi yang membutuhkan tanggung jawab.

Mengambil tanggung jawab disini bukan hanya mengambil tanggung jawab dari sisi pilihan karir saja, misalnya mengambil tanggung jawab sebagai Supervisor, Leader, Manager, dst. Bukaaan..

Take ownership ini berarti mau mengambil tugas yang ada tantangannya, baik teknikal atau manajerial agar kita tetap bisa berkembang.

Zaman sekarang adalah zaman yang tidak lagi tergantung dari siapa orang tuamu, siapa atasanmu, atau siapa backing-an mu. (Eh, kadang-kadang juga ada ding yang kayak gitu..)

Akan tetapi seberapa bertanggung jawabkan Anda, seberapa berkualitaskah kemampuan Anda..

Take ownership memang akan mengambil waktu kita, menguras pikiran dan tenaga kita, tapi tujuannya untuk kebaikan diri sendiri, perusahaan/organisasi, dan lingkungan sekitar kita juga.



2. Membiasakan diri dengan situasi yang ambigu dan tidak pasti.

Ketidakpastian dalam usaha dan lingkungan merupakan sebuah keniscayaan dari kehidupan.

Tugas kita bukan untuk menghindarinya, akan tetapi menghadapinya.

Mencari asal-usul ketidak pastian itu, menganalisanya, kemudian mengambil tindakan yang tepat dengan strategi yang tepat pula.

Dari ketidakpastian dan ambiguitas tersebut, terkadang bisa merupakan momentum yang tepat untuk memulai sesuatu.

Dari situlah bisa muncul kreatifitas dan ide-ide segar yang bisa mengalahkan ketidakpastian dan ambiguitas.



3. Inklusif, hindari Silo dan tumbuh bersama.


Saran dan masukan dari semua orang itu berharga, karena kita tidak hanya butuh saran dan masukan yang isinya hanya pujian saja.

Kritik, keluhan, dan sanggahan itu penting. Di semua level.

Justru terkadang hal tersebut yang menjadi permasalahan nyata di Perusahaan / Organisasi.

Dan itu hanya akan bisa terjadi kalau orang merasa bebas untuk mengutarakan pendapatnya.

Hirarki dalam perusahaan, eklusifisme dari sebuah tim atau bagian dari perusahaan/organisasi, dan pembatasan diri dari kritik, keluhan, sanggahan orang lain pelan-pelan akan menjadi bumerang bagi Perusahaan / Organisasi agar bisa menjadi lebih baik.

Leaders dan manajemen seharusnya bukan lagi dianggap sebagai bagian yang untouchtable / tidak bisa disentuh.

Kita bukan berada di zaman itu lagi. Itu adalah zaman bapaks2 kita.

Zaman sekarang Leaders dan manajemen harus bertumbuh dengan karyawan.

Mengeliminasi hirarki dengan membuat struktur organisasi yang lebih flat, serta membuat sistem sehingga satu sama lain saling berinteraksi dan berkembang bersama.

Inklusif, menghindari Silo (terkungkung di dalam tim/lingkungan sendiri), dan tumbuh bersama akhirnya akan meningkatkan trust di dalam Perusahaan / Organisasi.



4. Bertumbuh dari sisi Proses dan Skill.


Sesuai prinsip Growth Mindset, maka kita harus menchallenge kemampuan dan bakat kita diluar hal yang biasa, agar kemampuan dan bakat kita terus berkembang.

Caranya :

  • Pengembangan kemampuan, dengan cara Training, Mentoring, Mencoba berganti karir pekerjaan, dll.
  • Pengembangan proses, dengan mengadopsi pola proses yang Agile, Flat Hierarki, standard ISO, dll.

Kedua hal tersebut akan menghasilkan bakat dan kemampuan yang baru dari sisi teknis dan proses.

Berpuas diri dengan pencapaian yang telah dimiliki dan tidak meng-upgrade kemampuan merupakan jebakan keberhasilan semu.